Semua berawal sejak tahun 2008. Tepatnya tanggal 5 Desember 2008. Itula hari pertama aku menginjakkan kakiku
di kozt-koztan ini. Kozt yang menjadi rumah keduaku. Tanggal 10 Juni 2008
adalah hari pertamaku di kota ini. Kota yang asing dan jauh dari pelupuk mata
jika dipandang dari daerah asalku, Desa Luhu yang terletak di pulau Seram,
salah satu pulau yang ada di kawasan provinsi Maluku.
wajah anak-anak 7D_Ceria Lama (Rumah Bapak Kozt)
Dalam tulisan sebelumnya telah kuceritakan banyak tetang
perjalananku dari Ternate ke kota ini yang menempuh waktu 4 hari dengan
menggunakan kapal laut. Hinggal tibalah aku di Jogja 2 hari sebelum ulang
tahunku yang ke-18. Asing sekali rasanya. Wajah kampungan ini tak biasa dengan
kehidupan kota. Menghabiskan usia 17 tahunku di desa, jadi harap maklum sajalah
yahh.
Saat keberangkatanku, hasil ujian nasional belum diumumkan. Tapi 1
bulan tinggal di Jogja aku dinyatakan lulus dari almamaterku, SMA Muhammadiyah
Obi. (**tidak perlu heran mengapa asliku dari Seram, tapi lulusan Obi. Itu
karena aku dipindah sekolahkan dari Luhu sejak SMP kelas 2 dan menetap di Obi
hingga lulus SMA).
Tiba saatnya pendaftaran kuliah. Waktu ke Jogja, jurusan yang
kupilih adalah bagian pendidikan, sesui keinginan orang tua yang menginginkan
ada anaknya yang jadi guru. Maka fakultas keguruanlah yang kupilih tapi masih
tak tau mau ambil jurusan apa. Setelah berfikir dan menimbang-nimbang,
Pendidikan Bahasa Inggris-lah yang menjadi pilihan. (**kebetulan itu juga yang
disarankan oleh orang tuaku). Setelah dinyatakan diterima lewat jalur non-tes
maka jadilah aku mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggirs, Fakultas Keguruan
dan Ilmu Pendidikan di sebuah universitas swasta di Yogyakarta.
wisudahan Mba Diah (JEC)
3 bulan tinggal di sebuah kozt-koztan yang lumayan jauh dari kampus
(**butuh waktu 1 jam untuk ke kampus jika naek bis) bersama 3 orang temanku.
Salah satu dari temanku (**Jepat) ada yang keterima di fakultas kedokteran
Hewan UGM. Jadilah kami jenuh karena kozt terlalu jauh dari kampusku. Kami
memutuskan untuk pindah kozt. Jepat pindah ke daerah dekat kampusnya sedangkan
aku, Ina dan Ani meluncur ke arah selatan. Aku dan Ina kuliah di Universitas
yang sama sedangkan Ani mengambil jurusan Akuntansi di Universitas Swasta
lainnya yang kebetulan lokasinya tak jauh dari kampusku dan Ina. Perlu kalian
ketahui bahwa Ani dan Ina adalah saudara sepupu jadi maklum sja kalau nama
meraka hamper mirip.
Setelah 2 bulan tinggal di kozt yang baru bersama Ani dan Ina, kami
akhirnya mamutuskan untuk pindah lagi. Tadinya kami mencari kozt yang letaknya
ditengah-tengah antara jarak ke kampusku dan jarak ke kampus Ani. Nyatanya kami
tetap tak kuat. Akhirnya pindah lagi. Aku semakin ke Selatan sedangkan Ina dan
Ani ke arah utara. (**sekalipun aku dan Ina kuliah di Universitas yang Sama tai
berhubung jurusan kami berbeda maka aku kuliah di kampus 2 dan Ina kuliah di
kampus 3. Kebetula kampusnya Ina tetanggaan sma kampusnya Ani, jadi mereka
tetap ng’kozt sama-sama hingga saat ini).
Tibalah aku pindah kozt tepatnya tanggal 5 Desember 2008. Kebetulan
salah satu kawan yang sekelas denganku juga ng’kozt disini jadi kuputuskan
untuk memilih tinggal dikozt ini selama kuliah. Kira-kira ±4 tahun sudah aku tinggal disini
(**Desember 2008-November 2012).
depan kozt (4 nov. 2012)
Ini bukan hanya sekedar kozt-koztan buat aku. Ini sudah seperti
rumah dan keluarga. Semua orang bersikap baik dan sangat ramah. Sebagai anak
baru pastilah masih malu-malu menampakkan diri dihadapan para mba-mba kozt.
Tapi lama-lama semua jadi ringan. Semakin dekat dengan mereka dan sangat
nyaman. Tahun pertama kuliah tentunya masih jadi yang paling junior di kozt.
Tapi setelah tahun kedua sudah mulai dapat panggilan baru, “Mbak”. Hingga
sekarang, jadilah aku yang paling senior di rumah ini. Menyenangkan.
Aku pernah menjadi Bendahara Kozt waktu semester 3 selama 1
periode, menjadi ketua ketika memasuki tahun ke-3 kuliah selama 1 periode, dan
menjadi Penasehat Kozt di tahun ke-4 selama 1 periode. Kini aku telah pension.
Bahkan sekalipun masih tinggal di rumah ini, aku telah dibebastugaskan dari
piket mingguan.
Aku mengenal banyak orang dengan banyak karakter yang unik, baik
dan ada pula yang kadang menyebalkan. Tapi jika disimpulkan, mereka adalah
saudara-saudaraku yang istimewa, se-istimewa kota Jogja. Banyak orang yang
kukenal selama tinggal dirumah ini. Selalu berganti setiap tahun dan selama 4
tahun berarti telah 4 kali berganti dan akan terus seperti ini di tahun-tahun
yang akan datang. Jika yang sudah lulus akan memutuskan konrtak dirumah ini,
maka yang baru pun akan datang untuk menggantikan.
kondangan (apriL 2010)
Akan kukenalkan kalian dengan mereka. Kalian tak keberatan bukan..?
ahh tentu saja tidak. Karena kalian pun pasti ingin berkenalan dengan mereka.
Baikalah, inilah saudara-saudara istimewaku dirumah ini. Mereka berasal dari
berbagai kota di Jawa maupun dari luar Jawa dan kuliah di berbagai jurusan.
Dimulai dari yang paling senior hingga yang paling junior. Mba Leny, Mba Diah, Mba
Ningrum, Mba Lina (**Angkatan 2005), Mba Dian, Mba Pipit, Mba Iin, Mba Yuyun
(**Angkatan2006), Aku, Dhita, Uwie, Uuz (**Angkatan 2008), Hanny, Nazie, Nuri,
Yuni (**Angkatan 2009), Iin_Iendah, Din_din, Utary, Ana, Nope (**Angkatan
2010), Bella, Ijaah, Idaah (**Angkatan2011), Aiiyu, Olip, Ira, Mika, dan Fany
(**Angkatan 2012).
Rumah kami ini hanya terdiri dari 12 kamar, 10 kamar ada di lantai
bawah, dan 2 kamar ada di lantai atas. Dihuni oleh 12 cewek-cewek (tapi
sekarang 13). Eiiitttzz,,, cowok dilarang masuk, cukup sampe di ruang tamu
saja, alias teras rumah. Lokasi rumah ini sangat strategis dengan kampus.
Lantai atas rumah ini bisa menangkap signal WiFi dari kampus. Jadi enak, bisa
online gratis. (**dasar muka gratisan. hahahhaaa). Setipa malam balkon rumah
ini kaya warnet skaligus pameran komputer. Sangat rame dan masing-masing bisa
autis dihadapan Laptopnya.
Aku tak pernah menyesal menjatuhkan pilihan untuk tinggal dirumah
ini. (**Terbukti aku tak pernah pindah kozt. Hehehee). Mengenal orang-orang
yang kusebut saudara istimewa ini adalah salah satu dari hadiah yang diberikan
Tuhan untukku. Aku belajar banyak hal dari mereka. Mengingatkanku tentang
pentingnya Sholat, kebersamaan, kasih sayang, kepedulian, dan kekeluargaan, aku
jadi pintar berbahasa Jawa “ngoko” dan hnya satu atau dua kata ”kromo”. Padahal
awalnya kami tak saling kenal. Kadang mereka ku ajak bicara dengan menggunakan
bahasa asalku dan sekarang mereka mulai pintar. Bahkan sekarang mereka malah
lebih suka berbicara denganku menggunakan bahasa asalku, dan aku sangat suka
itu. Inilah Indonesia dengan Bhineka Tunggal Ika. Kami yang datang dari negeri
yang berbeda, terkumpul dalam sebuah rumah dan saling kenal-mengenal selama 4
tahun membuat kami menjadi sebuah keluarga yang sangat harmonis.
Ijah, Din_din, Mir & BeLa

Kini, di bulan ini, aku tak lagi punya banyak waktu untuk bersama
mereka. Berhubung studiku di Jogja telah selesai, berarti sebentar lagi kau
akan pulang, kembali ke kampung halaman tercinta. Hanya tinggal menghitung hari
saja. akan kunikmati hari-hari ini bersama kalian karena ku tau, kelak aku
akansangat merindukan kalian semua. Merindukan saat-saat kita bernyayi bersama
walau suarapun cempreng. Merindukan saat kita tertawa bersama dengan
kelucuan-kelucuan yang kita buat bersama. Merindukan suasana rutin makan malam
bersama sambil nonton Opera Van Java. Merindukan saat kita menelusuri
jalan-jalan sepanjang Malioboro bersama. Merindukan suara kalian ketika aku
sedang mencuci pakean dan kalian pun berkata “Aku seneng deh liat mba Mirna
nyuci.. Mba Mirna cantik deh kalau lagi nyuci”. Merindukan saat kita main
plesetan kata dan kemudian ada yang memplesetin kata yang jauh dari jangkauan
dah hamper tak nyambung, “jauuuuhhh jaauuuhhh….”, itulah teriakkan kalian.
Merindukan saat kita mendokumentasikan kegiatan kita bersama lewat beberapa
jepretan kamera. Merindukan suasana mengguyur orang yang sudah mandi dan cantik
di sore hari karena dia berulang tahun
hingga kita pun basah semua. Merindukan ketika Indah mulai berisik dengan
bahasa Sunda-nya, dan hanya aku yang sanggup menjawab dengan bahasa Pasar Ambon
yang kadang tak nyambung satu sama lain tapi tetap saja lancar seperti kami
salaing mengetahui artinya. Dan ketika peristiwa itu terjadi, yang lain hanya
bisa diam dan mulai menyiapkan tawanya yang akan meledak dalam waktu kurang
dari satu menit. Maka ketika aku pulang nanti, semoga ada penggantiku yang
sanggup melawan Indas dengan Bahasa Sunda-nya. Hahahhaaaaa…..
Oh iya,, 7D_Ceria yang sejak tempo doeloe hanya berpenghuni
orang-orang dari pulau jawa, kini merambah keluar pulau jawa. Di angkatan tahun
2012 ini ada yang dari Bangka Belitung, ada yang dari Palembang, dan ada pula
yang dari daerah paling timur Indonesia, Sorong cuyyy. Sebuah kota yang ada di
Papua.
Taman Sari (4 Nov. 2012)
I’ll miss u guys. Kalian semua adalah guru, kalian semua adalah
saudara-saudara istimewa, kalian semua adalah kenangan terindahku. Kelak aku
akan sangat merindukan kalian. Aku akan sangat merindukan hari-hari bersama
kalian.
Jangan lupa kabari aku jika nanti kalian telah lulus dan hendak
membina rumah tangga bersama kekasih Tuhan yang dikirim untuk menjadi imam
dalam keluarga kalian. Harrrruuuusssss…….
Semoga kekeluargaan kita tetap terjaga sampai kapanpun. Akau bahagia mengenal kalian, wahai para saudara-saudara istimewaku....
By: Mytha NurLette
aLe Rasa Beta Rasa _